Archive for Juni 2013
Anilisis Embrio dalam Janin
Anilisis
Embrio dalam Janin
Ada tiga sudut pandang pemahaman mengenai embrio
dalam janin:
1. Sudut
pandan agama
2. Sudut
pandang ilmu kedokteran
3. Sudut
pandang psikologi
A. Sudut
pandang agama
Mungkin sudah kita ketahui bersama
bahwasanya dalam Al-Qur’an sudah di sebutkan proses terjadinya manusia. Dalam
Al-Qur;an surat Al-Hajj Ayat: 5 di sebutkan bahwasanya proses pembentukan
manusia ialah sebagai berikut:
……kami benar-benar menciptakan kamu dari
tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku,
kemudian dari sekerat daging yan di sempurnakan kejadiannya…….
Dalam penejelasan di atas ada kalimat
yang mengatakan bahwasanya penciptaan manusia itu di ciptakan dari “tanah” ada
2 macam pendapat mengenai hal ini ada ulama yang mengemukakan bahwasanya
manusia yang di cipatakan dengan tanah hanyalah manusia pertama yaitu Nabi Adam
akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa “turab” yang di maksud di tujukan
kepada setiap manusia.
Sebab pada kemyataannya seluruh tubuh
manusia mempunyai relasi dengan tanah, sehingga dapat di katakana tidak mungkin
seorang laki-laki mampu mengeluarkan sperma kalau ia tidak mempunyai
unsure-unsur bumi
B. Sudut
pandan ilmu kedokteran
Setelah proses pebuatan membutuhkan
waktu 0-2 baru terbentuk ovum, setelah 3-5 di sebut embrio (mudigah) pada
priode ini belum dapat di bedakan dari mudigah binatang lain.
Pembentukan alat-alat badan dalam bentuk
dasar sudah terjadi. Dan kalau sudah lebih 5 minggu di sebut “foetus” (janin)
yang sudah mempunyai bentuk manusia.
Dibawah ini penuturan tenteng
pertimbuhan janin pada akhir tiap bulan.
·
Akhir 1 bulan:
Badan
bayi sangat melengkung, panjangnya 7,5-10 mm. kepalanya 1/3 dari seluruh
mudigah.
Saluran
yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut.
Dasar-dasar
tractus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan.
·
Akhir 2 bulan:
Mukanyan
sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai
dengan jari tangan dan kaki.
Alat
kelamin sudah tampak, walaupun belum dapat ditentukan jenisnya.
Panjangnya
± 2.5 cm.
·
Akhir 3 bulan:
Panjangnya
7-9 cm, sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada dan jenis kelaminnya
sudah dapat ditentukan.
Pergerakan
ini hingga belum dirasakan oleh ibu.
Ginjal
sudah membentuk sedikit air kencing.
·
Akhir 4 bulan:
Panjangnya
10-17 cm, beratnya 100 gr.
Alat
kelamin luar sudah dapat menentukan jenisnya.
Kulit
di tumbuhi bulu yang halus (lanugo).
Pergerakan
anak mungkin sudah dirasakan oleh ibu.
·
Akhir 5 bulan:
Panjangnya
18-27 cm, beratnya 300 gr.
Bunyi
jantung sudah dapat di dengar.
Kalau
lahir sudah berusaha untuk bernafas.
·
Akhir 6 bulan:
Panjangnya 28-34 cm, beratnya 600 gr.
Kulitnya kriput dan lemak mulai ditimbun
di bawah kulit.
Kulit tertutup oleh vernix caseosa yang
bermaksud untuk melindungi kulit.
·
Akhir 7 bulan:
Panjangnya 35-38 cm, beratnya ± 1000 gr.
Kalau
lahir, dapat hidup di dunia luar, walaupun kemungkinan untuk hidup terus masih
kecil.
Kalu menangis mengeluarkan suara yang
lemah.
·
Akhir 8 bulan:
Panjangnya 42,5 cm, dan beratnya 1700
gr.
Permukaan kulit masih merah dan keriput
seperti kulit orang yang tua.
·
Akhir 9 bulan:
Panjangnya 46 cm, dan beratnya 2500 gr.
Karena sudah ada lapisan lemak di bawah
kulit, ia sudah berisi.
·
Akhir 10 bulan:
Janin sudah cukup bulan (matur, a
terme).
Pajangnya 50 cm,beratnya 3000 gr.
Bayi laki-laki biasanya lebih berat dari
bayi wanita.
Kulitnya halus dan hampir tak ada lanugo
dan secret kelenjar lemak.
Kepala ditumbuhi rambut. Kuku melebihi
ujubg jari.
Pada
laki-laki testes sudah ada dalam scrotum dan pada wanita labia majora menutupi
labia minora.
Kadang-kadang dokter atau bidan diminta untuk
menentukan umurnya janin yang dilahirkan.
Walaupun kurang teliti tapi untuk peraktek cukup
untuk memperhatikan panjangnya janin.
C. Sudut
pandang psikologi
1. Berlangsungnya
masa prenatal
Masa prenatal atau masa dalam kandungan
berlangsung sejak terjadinya konsepsi samapai kelahiran yang lamanya kurang
lebih 280 hari atau 9 bulan. Masa prenatal terbagi dalam tiga priode (Hurlock,
1997 : 36), yaitu sebagai berikut:
a. Periode
zigot (sejak konsepsi sampai akhir minggu kedua)
b. Periode
embrio (akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua).
c. Periode
janin ( akhir bulan kedua sampai lahir).
2. Proses
dimulainya kehidupan
Kehidupan baru dimulai dengan bersatunya
sel reproduksi pria dengan sel reproduksi wanita. Kedua sel reproduksi ini dikembangkan
dalam organ reproduksi yaitu gonad. Sel-sel reproduksi pria, yaitu
spermatozoa (bentik tunggalnya : spermatozoon), diproduksi dalam gonad pria,
yaitu testes. Sedangkan sel-sel reproduksi wanita atau ova (bentuk tunggalnya :
ovum) diproduksi dalam gonad wanita yang disebut ovarium atau indung telur.
Sel-sel reproduksi pria dan wanita
adalah sama, dalam arti keduanya mengandung kromosom. Setiap sel reproduksi
yang matang mempunyai 23 kromosom, dan setiap kromosom mengandung gen yaitu
pembawa keturunan. Gen adalah partikel yang ditemukan dalam kombinasi dengan
gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di dalam kromosom. Perbedaan antara
sel reproduksi pria dengan wanita adalah sebagai berikut (Hurlock, 1997 : 54).